Full width home SAKONGKIU

Post Page SAKONGKIU [Top]

Saya adalah seorang mahasiswa yang sedang pulang buat liburan. Di suatu hari yg cerah , aku  sedang berbaring buat mencoba tidur siang. Ternyata mak   memanggilku menurut luar. Segera saya beranjak berdasarkan tempat tidur untuk menemuinya , dan ternyata mak   memintaku buat mengantarkan sebuah bungkusan buat diserahkan ke teman arisannya. Tanpa poly tanya saya segera bergerak ke alamat yang dituju yg nir tidak sinkron jauh menurut rumahku. Sesampainya di sana saya melihat sebuah tempat tinggal   yg akbar dengan arsitektur yg menawan.
https://goo.gl/eNkQDB
Aku segera memijit bel pada pintu pagar rumah tersebut. Tidak beberapa lama   keluarlah seorang gadis anggun yg memakai kaos bergambar tweety kedodoran sehingga nir terlihat bahwa gadis itu memakai celana, walaupun akhirnya aku  melihat beliau menggunakan celana pendek. Singkat kata saya segera bertanya tentang eksistensi sahabat bunda saya.
“ Hmm…, sorry nih , Ibu Raninya ada?, aku  membawa kiriman buat beliau ” , tanyaku.
“ Wah lagi pergi tuh , Kak…, Kakak siapa ya ?” , tanyanya lagi.
“ Oh aku  anaknya Ibu Erlin” , jawabku.
Tiba - tiba cuaca mendung dan mulai gerimis. Sehingga gadis cantik itu mempersilakan aku  masuk dahulu.
“ Kakak nganterin apaan sih ?” , tanyanya.
“ Wah…, nggak tahu tuh kayaknya sih berkas - berkas” , jawabku sambil mengikutinya ke pada rumahnya.
“ Memang sih tadi Mama titip pesen kalo nanti terdapat orang yang nganterin barang buat Mama …, tapi aku  nggak nyangka kalo yg nganter cowo cakep!” , pungkasnya sambil tersenyum simpul.
Mendengar pernyataan itu aku  sebagai galat tingkah.
Saat aku  memasuki ruang tengah tempat tinggal   itu , saya menjumpai seseorang gadis manis lagi yang sedang asyik nonton TV , akan tetapi melihat kami masuk beliau misalnya gugup dan mematikan TV yg ditontonnya.
“ Ehmm …, Trid siapa sih?” , tanya gadis itu.
“ Oh iya aku  Astrid dan itu temanku Dini , kakak ini yang nganterin pesanan mamaku..” , jawab gadis pemilik rumah yang ternyata bernama Astrid.
“ Eh iya nama gue Ian ” , jawabku.
Tidak usang lalu aku  dipersilakan duduk sang Astrid. Aku segera mencari posisi terdekat buat duduk , datang - tiba saat aku  mengangkat bantal yg terdapat di atas kursi yang akan saya duduki saya menemukan sebuah VCD porno yg segera kuletakkan di sebelahku sembari saya mengatakan , “ Eh…, kalo ini punya kamu nyimpannya yang bener nanti ketahuan lho ”. Dengan gugup Astrid segera menyembunyikan VCD tadi pada rongga di bawah rumah kursinya , lalu segera menyalakan TV yg ternyata sedang menayangkan adegan dua orang pasangan yg sedang bersetubuh. Lantaran panik Astrid nir bisa mengganti gambar yang terdapat. Untuk menenangkannya tanpa berpikir saya datang - tiba nyeletuk.
“ Emang kalian lagi nonton begini nggak terdapat yang tahu ?”.
Dengan muka memerah lantaran membuat malu mereka menjawab secara bersamaan akan tetapi nir kompak sebagai akibatnya terlihat betapa paniknya mereka. “ Ehh …, kita lagi buat tugas hayati tentang reproduksi insan ”, jawab Astrid sekenanya. Dapat kulihat mimik mukanya yang ketakutan karena dia duduk tepat pada sampinku.
“ Tugas hayati ?, emangnya kalian ini kelas berapa sih ?” , tanyaku lagi. Kita udah kelas tiga SMP kok!” , jawab Dini. Aku hanya mengangguk indikasi sepakat saja dengan alasan mereka.
“ Kenapa kalian nggak nyari contoh asli atau menurut kitab   kedokteran ?” , tanyaku.
“ Emang nyari dimana Kak?” , tanya mereka bersamaan.
“ Hi.., hi.., hi.. , siapa aja…, kalo gue jadi modelnya mo dibayar berapa?” , tanyaku becanda.
“ Emang saudara tertua mau jadi model kita ?” , tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu giliran aku  yang menjadi gugup.
“ Siapa takut !” , jawabku nekat.
Ternyata , entah lantaran mereka telah ‘ horny ’ gara- gara film BF yg mereka tonton itu, Astrid segera mendekatiku menggunakan memalukan-malu.
“ Sorry kak boleh ya ‘ itunya’ abang Astrid pinjem ” , bisiknya.
Dengan jantung yg berdegup kencang aku  membiarkan Astrid mulai membuka retsleting celanaku & terlihat penisku yg masih tergeletak lemas.
“ Hmm…, emangnya orang tempat tinggal   engkau  dalam pulang jam berapa?” , tanyaku mengurangi degup jantungku. Tanpa dijawab Astrid hanya memegangi penisku yang mulai menegang.
“ Kak, kalo cowok berdiri itu kayak gini ya ?” , tanyanya.
“ Wah segini sih belum apa-apa” , jawabku.
“ Coba kamu raba & elus-elus terus” , jawabku.
“ Kalo pada film kok kayaknya diremas- remas terus pula dimasukin mulut namanya apa sih?” , tanyanya lagi.
Ketegangan penisku hampir mencapai aporisma.
“ Nah ukuran segini umumnya cowok mulai bisa memulai buat bersetubuh , gimana kalo kini   aku  kasih memahami tentang alat kelamin perempuan  , Emm.., vagina namanya ” , mintaku. Tanpa banyak tanya ternyata Astrid segera melepaskan celananya sebagai akibatnya terlihat vaginanya yg masih ditutupi bulu- bulu halus, Astrid duduk di sampingku sehingga menggunakan gampang saya mengelus-elus bibir vaginanya dan mulai memainkan clitorisnya.
 https://goo.gl/eNkQDB
“ Ahh …, geli …, Kak.., ahh…, mm..” , rintihnya dengan mata yang terpejam.
“ Ini yang namanya clitoris pada cewek (tanpa melepaskan jariku menurut clitorisnya ) nikmat kan kalo saya beginiin ”, tanyaku lagi. Dan dijawab dengan anggukan mini  . Tiba - datang Dini yg telah telanjang bulat memasukkan penisku ke mulutnya.
“ Kok kamu telah memahami caranya ”, tanyaku ke Dini. Kan nyontoh yg di film ”, jawabnya.
Tiba - tiba terjadi gigitan mini   pada penisku , tapi kubiarkan saja & mengarahkan tangan kiriku ke vaginanya sembari kuciumi dan kujilati vagina Astrid. Vagina Astrid mulai dibasahi sang lendir -lendir pelumas yg meleleh keluar. Tiba - tiba Astrid membisiku, “ Kak ajarin bersetubuh dong..?”.
“ Wah boleh ” , jawabku sambil mencabut penisku berdasarkan verbal Dini.
“ Tapi bakal sedikit sakit pertamanya , Trid. Kamu tahan yah …” , bisikku.
Aku mengangkangkan pahanya dan memainkan jariku di lubang vaginanya supaya membiasakan vagina yg masih perawan itu. Dan aku  pelan - pelan mulai menusukkan penisku ke pada liang vagina Astrid, walau susahnya setengah meninggal lantaran pasti masih perawan. Ketika akan masuk saya segera mengecup bibirnya , “ Tahan ya sayang …”.
“ Aduh …, sakit.. ”, teriaknya.
Kubiarkan penisku pada dalam vaginanya , beberapa mnt baru kumulai gerakan pantatku sebagai akibatnya penisku berkecimpung masuk & keluar , mulai terlihat betapa menikmatinya Astrid akan pengalaman pertamanya.
“ Masih sakit nggak, Trid ” , tanyaku.
“ mm …, nggak…, ahh …, ahh…, uhh …, geli Kak”.
Hampir 30 menit kami bersetubuh dan Astrid mulai mencapai klimaksnya lantaran terasa vaginanya basah sang lendir.
“ Kak Astrid pingin pipis !” , tanyanya.
“ Jangan ditahan keluarin aja” , jawabku.
“ Ah …, ahh …, emm …. , e.. Mm ”, terasa otot vaginanya menegang & meremas penisku.
“ Nah Trid kamu kayaknya udah ngerasain ejakulasi tuh”.
Aku merebahkan tubuh Astid pada sampingku dan segera menarik Dini yang sedang onani sembari melihat film porno pada TV.
https://goo.gl/eNkQDB
“ Sini kamu mau nggak?” , tanyaku.
Tanpa poly tanya Dini segera bergerak mendekatiku , kuhampiri beliau dan segera mengangkat kaki kirinya dan kumasukkan penisku ke vaginanya & sepertinya dia menahan sakit saat mendapat hunjaman penisku di lubang vaginanya sambil memejamkan matanya rapat-kedap, tapi sekian usang aku  mengocokkan penisku pada vaginanya mulai beliau merintih keenakan. Aku terus melakukannya sambil berdiri bersender ke tembok.
“ aahh …, Kak.., Dini.., Dini ” , jeritnya dan tiba - tiba melemas , beliau sudah kelur jua pikirku.
Aku bopong gadis itu ke kursi dan rupanya Astrid telah di belakangku & menyuruhku duduk & memasukkan penisku ke vaginanya menggunakan dibimbing tangannya. Aku sudah berganti tempat & gaya , yg seluruh Astrid yang memerintahkan sesuai adegan pada film sampai akhirnya Astrid memberitahuku bahwa ia aka keluar.
“ Trid tahan yah …, saya pula udah mau terselesaikan nih …, ahh …, aahh…, croot …, creettt …, creet ”, saya muntahkan beberapa cairan maniku pada pada vginanya dan sisanya saya semprotkan di perutnya.
“ Enak …, yah Kak…, hangat deh memekku …, hmm…, ini sperma engkau  ?”, bisiknya & kujawab menggunakan ciuman di bibirnya sembari kubelai seluruh tubuh halusnya. Setelah itu kami mandi membersihkan diri beserta -sama sembari kuraba permukaan payudara Astrid yg kira - kira ukuran relatif besar  buat gadis seusianya , karena terangsang mereka menyerangku & memulai permainan baru yang di sponsori gadis-gadis manis ini , yang rupanya mereka telah cepat belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Desain oleh cibai SAKONGKIU.com