Full width home SAKONGKIU

Post Page SAKONGKIU [Top]

Mbak Diah merupakan sosok wanita berdasarkan desa yang begitu cantik dan memiliki bodi yang sangat mengigurkan. Mbak Diah ini sudah bekerja dirumahku lama   sekali, sekitar 1o tahun. Mbak Diah jua telah dianggap seperti famili sendiri karena ortuku pula sudah percaya padanya. Mbak Diah umurna masih belia 28 tahun Sementara umurku 22 tahun. Dan kali ini saya akan meneritakan bagaimana mbak Dia mengajariku mengenai semua yg herbi “sex”. Selain itu mbak Diah jua poly mengajariku mengenai bagamana supaya mampu meuaskan seorang wanita. Tetapi selum mendapatkan ajara dari mbak Diah, aku  jua sedikit banyaktau dar video porno. Selama ujian berlangsung, aku  gak sanggup konsen dan hanya mbak Diah yang ada dipikirnku. Pikiranku terus melayang mebayangkan mbak tubuh molek mbak Diah telanjang dan saya menikmati setiap jengkal tubuhnya.
 https://goo.gl/eNkQDB
Kubayangkan betapa nikmatnya memek mbak Diah ketika kuentot menggunakan desahan-desahan yg keluar berdasarkan mulutnya. Hingga akhirnya ujianku selesai danaku langsung pergi kerumah. Aku sangat bersemangat lantaran sampai dirumah aku  mampu menikmati keseksian mbak Diah. Dan sahih misalnya yang kubayangkan, waktu aku  hingga dirumah, kulihat pemandangan yang tidak seperti umumnya. Kulihat mbak Diah memakai sandang yang sangat ketat sekali hingga payudaranya sangat menonjol besar  sekali & seketika itu pula aku  langsung bernafsu melihatnya.
Ketika aku  mau masuk kamar, mbak Diah-pun menyapaku,
“Kenapa mas Bayu menundukkan kepalanya begitu”
“Gak papa kok mbak” jawabk sambil tidak melihat mbak Diah
Dan aku  langsung pergi begitu saja meninggalkan mbak Diah yg sedang asik menonton TV. Sampai didalam kamar, saya masih terheran Dengan kemolekan tubuh mbak Diah yang sangat menarik hati sekali. Kemudian saya-pun berimajinasi membayangkan kenikmatan menyetubuhi mbak Diah & saya-pun langsung melampiaskan anganku Dengan menonton film porno lewat HP-ku. Dan tidak kusangka saya menonton film porno Dengan volume yg tinggi sampai mbak Diah mendengarnya dan langsung mbak Diah nyamperin aku  dikamarku & menegurku,
“Hayoooo…lagi nonton apa mas?? Suaranya terdengar sampai diluar lho mas”
“Eeennngg…Ennggaak nonton apa-apa kok mbak” jawabku dengan paras yang sudah memerah
“Aaaahhh…mbak tau hlooo mas, Mas Bayu gak usah bohong deeh,, gak papa kok kan mas jua sudah besar , apa mau mbak temenin nontonnya??” tanya mbak Diah Mendengar pertanyaan mbak Diah-pun aku  galau mejawabnya hingaga saya terdiam dengan wajah yang tertunduk. Namun dilar dugaanku, setelah saya diam tak menjawab pertanyan mbak Diah, mbak DIah-pun langsung menuju sebelahku. Hatiku waktu itu sangat deg-deg’an sekali, jantungku berdetak tidak karuan &, “Jangan malu-malu mas, mbak tau kok jika setiap hari mas memperhatikan mbak, sahih kan??” tanya mbak Diah dengan berbisik disebelahku
“iiii…iiiiYhaaaa…kok mbak tau, pasti mbak jua memperhatikanku kan??” tanyaku balik
“Sudah lama   aku  menantikan ketika-saat seperti ini mas” ucap mbak Diah lirih disebelah kupingku persis, sampai paras kami kini   sudah berdekatan, Mbak Diah menghadap wajahku waktu kutatap wajahnya. Mata kami saling bertatapan. Kulihat Mbak Diah sepertinya senang  & menyukai apa yang kulakukan. Tanganku jadi lebih berani mengusap-usap lengannya kemudian kedadanya. Kuusap dadanya yang elastis menegang dengan putting yang mulai mengeras.
Kudekatkan mulutku buat mencium pipinya. Dia berpaling menyamping, kemudian kutarik lagi pipinya. Mulut kamipun bertemu. Dan saya mencium bibirnya. Inilah pertama kalinya aku  melakukannya kepada seseorang perempuan  . Desahan halus keluar dari mulut Mbak Diah ketika kedua tanganku meremas punggungnya & lidahku mulai menjalari leher Mbak Diah. Ini semua akibat film porno yg seringkali kutonton. Mbak DIah bersandar kedinding, tetapi gak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk kedalam bajunya, verbal & lidahnya kukecup, kuhisap dan kugelitik langit-langit mulutnya. Kancing BH-nya kulepaskan. Hingga tanganku sanggup beranjak bebas mengusap payudaranya. Putingnya kupegang menggunakan lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding.
 https://goo.gl/eNkQDB
Aku dan mbak DIah sangat terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aku merasa tubuh Mbak DIah menyandar kedadaku. Dia tampaknya pasrah. Kemudian baju daster Mbak Diah kubuka. Didalam cahaya remang & hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Matanya terpejam. Daging kenyal yg selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya dan kuremas perlahan. Bibirku mengecup putting susunya secara perlahan. Kuhisap putting susunya yg mengeras itu hingga memerah. Mbak Diah semakin gelisah & nafasnya telah gak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aku  karam dicelah payudaranya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah, “Ssshh…, sshh!”. Putting susunya yang merekah itu kujilat berulangkali sembari kugigit perlahan-huma.
Kulepaskan ikatan kain dipinggangnya. Lidahku kini   bermain dipusar Mbak Diah, sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya. Saat kulepaskan ikatan kainnya, tangan Mbak DIah semakin kuat menarik rambutku. “Mas Baayyuuu…Mas Bayuu…” suara Mbak DIah memanggilku perlahan. Aku terus melakukan usapanku. Nafasnya terengah-engah ketika CD-nya kutarik kebawah. Tanganku mulai menyentuh daerah kemaluannya. Rambut halus disekitar kemaluannya kuusap-usap perlahan. Saat lidahku baru menyentuh vaginanya, Mbak Diah menarikku berdiri. Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu.
Pandangannya ditujukan loka tidurnya. Aku segera mengerti maksud Mbak Diah dan lansung menuntun Mbak Diah menuju tempat tidur. Bau spesial   vaginanya merangsang sekali. Dengan satu bau spesial   yg sukar diceritakan. “Mas Bayuu” bisiknya perlahan pada telingaku Aku terdiam sambil mengikuti apa yg kuinginkan. Mbak DIah tampaknya membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Mbak DIah kini   kutelanjangi. Tubuhnya berbaring telentang sembari kakinya menyentuh lantai. Seluruh tubuhnya sangat menggiurkan. Mukanya berpaling kesebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya meremas kain sprei. Payudaranya membusung seperti minta disentuh. Putting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup latif. Aku melihat gak terdapat lipatan dan lemak misalnya perut perempuan   yang sudah melahirkan. Memang Mbak Diah nir mempunyai anak karena beliau bercerai setelah menikah 3 bulan. Kakinya merapat. Lantaran itu aku  gak dapat melihat semua memeknya. Cuma sekumpulan rambut yang angat lebat tetapi halus menghiasi bagian bawah.
Kemudian, tanganku terus membuka kancing bajuku satu-persatu. Retsluiting jeansku kuturunkan. Aku telanjang bundar  dihadapan Mbak Diah. Kontolku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Mbak Diah. Payudara yang membusung dihiasi putting mini   dan daerah dibulatan putingnya kemerah-merahan. Indah sekali kupandang dicelah pahanya. Mbak Diah terlentang kaku. Tidak beranjak. Cuma nafasnya saja naik turun. Kemudian saya-pun duduk dipinggir kasur sembari mendekap tubuh Mbak Ayuk. Sungguh lembut tubuh mungil Mbak Diah. Kupeluk dengan gemas sembari kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba semua tubuhnya. Sambil memegang putting susunya, kuremas-remas payudaranya yg kenyal itu. Kuusap-usap & kuremas-remas. Nafsuku terangsang semakin hebat hingga kontolku menyentuh pinggang Mbak Diah. Kudekatkan kontolku ketangan Mbak Dah yg lalu digenggamnya kontolku erat-erat kemudian diusap-usapnya.
Memang Mbak DIah tahu apa yg wajib  dilakukan. Maklumlah dia sudah pernah menikah. Dibandingkan denganku, saya cuma memahami teori menggunakan melihat film porno saja. Tanganku terus mengusap perutnya sampai kecelah selangkangannya. Terasa lendir basah dikemaluannya. Aku beralih menggunakan posisi 69. Rupanya Mbak DIah mengerti keinginanku. Kemudian dipegangnya kontolku yang telah tegang & dimasukkannya kedalam mulutnya. Mataku terpejam-pejam ketika pengecap Mbak DIah melumat ketua kontolku menggunakan lembut.
Kontolku dikulum hingga kepangkalnya. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku. Bibir Mbak Diah terasa menarik-narik batang kontolku. Gak tahan diperlakukan begitu, kemudian aku  mendesah menunda nikmat. Kubuka lebar-lebar paha Mbak Diah sambil mencari liang vaginanya. Kusibakkan vaginanya yg telah basah itu. Kujulurkan lidahku sembari memegang klitorisnya. Mbak Diah mendesah. Kujilat-jilat dengan lidahku. Kulumat dengan mulutku. Lubang kemaluan Mbak Diah semakin memerah. Bau kemaluannya semakin kuat. Aku jadi semakin terangsang. Seketika kulihat air berwarna putih meleleh dari lubang memeknya. Tentu Mbak Diah sudah cukup terangsang, pikirku.
https://goo.gl/eNkQDB
Aku pulang dalam posisi semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarik tubuhku buat rebah bersama. Payudaranya tertindih oleh dadaku. Mbak Diah memperbaiki posisinya waktu tanganku mencoba mengusap-usap pangkal pahanya. Kedua Kaki Mbak Diah mulai membuka sedikit waktu jariku menyentuh memeknya. Lidahku mulai turun kedadanya. Putting susunya kuhisap sedikit kasar. Punggung Mbak Diah terangkat-angkat waktu lidahku mengitari perutnya. Akhirnya jilatanku hingga kecelah pahanya. Mbak Diah semakin membuka pahanya waktu kujilat klitorisnya, kulihat Mbak Diah sudah gak bergerak lagi. Kakinya kadang-kadang menjepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk mencari loka-loka yg mampu mendatangkan kenikmatan baginya. Desahan Mbak Diah semakin keras dan nafasnya pun yg terus mendesah. Rambutku ditarik-tariknya menggunakan mata terpejam menunda kenikmatan. Aku bertanya,
“Gimana Mbak cita rasanya?” suaraku lembut dan sedikit manja
Mbak Diah gak menjawab. Mbak Diah hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Aku mengerti. Itu bertanda beliau sepakat. Tanpa disuruh, kuarahkan kontolku kearah lubang memeknya yg kini   telah terbuka lebar. Lendir & liurku sudah banjir dilubang memeknya. Kugesek-tabrakan kepala kontolku dicairan yang membanjir itu. Perlahan kutekan kedalam. Tekanan kontolku memang agak sedikit susah. Terasa sempit. Kulihat Mbak Diah menggelinjang misalnya kesakitan.
“Pelan-pelan mas Bayu” mbak DIah berbicara menggunakan nafas sesak
Aku kini   mengerti, vagina mbak Diah telah sempit lagi setelah 5tahun gak disetubuhi, walaupun dia sudah gak perawan lagi. Memang aku  belum berpengalaman kerena ini merupakan pertama kalinya aku  menyetubuhi seseorang perempuan   walau umurku telah matang. Kutekan lagi. Kumasukkan kontolku perlahan. Kutekan punggungku kedepan. Sangat hati-hati. Terasa memang sempit. Kemudian mbak Diah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Hanya sebagian kontolku yang masuk. Kubiarkan sementara waktu kontolku berhenti, terdiam. Mbak Diah jua terdiam tenang. Sementara itu, kupeluk tubuh mbak Diah menggunakan gemas sambil memainkan payudaranya, menjilat, mengusap dan menggigit-gigit lembut. Mulutnya kukecup sembari lidahnya kumainkan. Kami memang sudah sangat bernafsu dan snagat terangsang. Kemudian kutanya menggunakan suara lembut, “Mau diteruskan mbak???”
Mbak Diah membuka matanya. Dibibirnya terlihat senyum anggun yg menggairahkan. Kutekan kontolku kedalam. Lalu kutarik kebelakang perlahan-lahan. Kuhentakkan perlahan, emang sempit memek mbak Diah, mencengkram seluruh btg kontolku. Kontolku terasa misalnya tersedot didalam memek mbak Diah. Kami semakin terangsang! Kontolku mulai memasuki vagina mbak Diah lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata mbak Diah terbuka menatapku dengan pandangan yg sayu saat kontolku mulai kukeluar-masukkan. Bibirnya dicibirkan rapat-rapat misalnya gak tabah menunggu tindakanku selanjutnya. Sedikit demi sedikit kontolku masuk hingga kepangkalnya. Mbak Diah mendesah dan mengerang seiring menggunakan keluar-masuknya kontolku divaginanya. Kadang-kadang punggung mbak Diah terangkat-angkat menyambut kontolku yang sudah inheren divaginanya. Lama kumaju-mundurkan kontolku seiring dengan nafas kami yang semakin gak teratur lagi. Suatu ketika kurasakan badan mbak Diah mengejang dengan mata yg tertutup kedap. Tangannya memeluk erat-erat pinggangku.
Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar berdasarkan mulutnya secara pelan. Denyutan divagina mbak Diah terasa kuat seakan melumatkan kontolku yang tertanam didalamnya. Goyanganku semakin bertenaga. Kasur mbak Diah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit-decit. Leher mbak Diah kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Saat itu seolah-olah kurasakan terdapat denyutan yang mengindikasikan spermaku akan keluar. Denyutan yg semakin keras menciptakan kontolku semakin menegang keras. Mbak Ayuk mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Goyanganku semakin kencang. Vagina mbak Diah semakin keras menjepit kontolku. Kurangkul tubuhnya bertenaga-bertenaga. Mbak Diah membisu saja. Bersandar dalam tubuhku, mbak Diah lunglai seperti gak bertenaga. Kugoyang terus sampai tubuh mbak Diah seperti terguncang-guncang. Mbak Diah membiarkan saja perlakuanku itu. Nafasnya semakin kencang.
Dalam keadaan sangat menggairahkan, akhirnya aku  hingga kepuncak. Spermaku muncrat kedalam vagina mbak Diah. Bergetar badanku ketika spermaku muncrat. Mbak Diah mengait pahaku dengan kakinya. Matanya terbuka lebar memandangku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengah-engah. Mbak Diah mengerang relatif bertenaga. Waktu kumuntahkan spermaku, tusukanku menggunakan bertenaga menghunjam masuk kedalam. Kulihat mbak Diah menggelepar-gelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak kebelakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa waktu kami merasakan kenikmatan itu. Beberapa tusukan tersebut memang membuat kami hingga kepuncak bersama-sama. Memang hebat. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya saya melakukan senggama. Mbak Diah lah perempuan   pertama yg mendapatkan air perjakaku. Walaupun beliau seorang janda, bagiku beliau adalah wanita yg sangat manis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Desain oleh cibai SAKONGKIU.com