
Rumah kostku dua lantai yang disewakan hanya lima kamar dengan berukuran sedang & kostnya baik buat putra juga putri, yg masih single maupun yang sudah berkeluarga. Kamar mandi buat anak kost disedakan terdapat 2 didalam tempat tinggal satu & yang diluar juga terdapat. Ibu koskupun tinggal disitu cuman tinggal pada kamar sebelah pada beserta anak semata wayangnya Mas Rano. Rumah kost hanya terisi 2 satu untukku dan sebelahnya lagi famili Mas Tarno asal dari Yogyakarta. Mas Tarno umurnya dua tahun diatasku jadi ketika itu sekitar 26 tahun. Istrinya bernama Nita seumuran denganku. Nita orangnya manis putih tinggi kurang lebih 165 cm berukuran payudara sekitar 34-an. Mereka telah dikaruniai satu orang anak masih berumur dua tahun bernama Rara.
Mas Tarno orangnya penggangguran. Jadi buat keperluan, Nita-lah yg bekerja berdasarkan pagi sampai malam di sebuah Supermarket populer sebagai SPG sebuah produk susu buat balita. Karena keperluannya yang begitu banyak, Nita (berdasarkan pengakuannya) hingga meminta pihak manajemen buat bisa bekerja dua shift. Tentunya keluarga macam ini acapkali cek-cok. Nita mengganggap Mas Tarno orangnya pemalas bisanya hanya minta duit buat beli rokok. Padahal jerih payah Nita seharusnya buat beli susu buat Rara putrinya. Mas Tarno pun tak jarang membalas omelan-omelan Nita dengan tamparan & tendangan bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu.
Suatu saat, Mas Tarno bisa pekerjaan sebagai ABK & tentunya wajib meninggalkan keluarganya pada waktu yang relatif usang. Nita senangnya bukan main mendengarnya. Akan namun hal itu nir berlangsung usang. Pada malam itu, saya ngobrol menggunakan Nita dikamarnya sambil nonton TV. Si Rara muter-muter sembari bermain maklum umur segitu masih lucu-cucunya.
Sekarang sepi ya, Nit .Nggak terdapat Mas Tarno. Kataku
Lebih baik gini, Ted. Enakan kalo Mas Tarno nggak terdapat. Keluh Nita kepadaku.
Emangnya Kenapa? Tannyaku.
Mas Tarno tuh kerja nggak kerja tetep nyusahin. Wajar khan kalo saya minta duit ke Mas Tarno? Aku khan istrinya. Eh, Dianya berongsang. Besoknya aku diomelin juga ama mak mertuaku. Katanya saya nggak boleh minta duitnya dulu izin bisa buat nabung. Gombal!!! Aku nggak percaya Mas Tarno bisa nabung!!! Dia jawab dengan marah-marah. Sabar ya Aku mencoba buat menenangkannya apalagi Rara dah minta bobo .
Seandainya Mas Tedy yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana. Mas Tedy dah bisa pekerjaan permanen & digaji besar sedangkan suamiku, Mas Tarno hanya pekerja kasar di kapal itupun baru sebulan sebelumnya penggangguran. Keluhnya.
Udah jangan berandai-andai. Biarkan hayati mengalir saja. Jawabku sekenanya.
Mas, ..
Domino QQ - Kutoleh Nita yang saat itu sedang menggunakan daster, tanpa basa basi aku eksklusif merengkuh tubuh Nita yg montok itu kedalam pelukanku dan eksklusif kucium bibirnya yg tipis itu. Nita memeluk tubuhku erat erat, Nita sangat pintar memainkan lidahnya, terasa hangat sekali ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku. Tanganku asyik meremas susu Nita yg tidak seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir menciptakan Nita memejamkan matanya lantaran geli. Dengan sigap saya menarik daster Nita, dan seperti umumnya Nita sudah tak mengenakan apa apa dibalik dasternya itu ternyata Nita memang sudah merencanakannya tanpa sepengetahuanku. Tubuh Nita benar sahih aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih menggunakan susu yg pas dengan ukuran tubuhnya ditambah nonok yang tidak berambut mencembung.
Eh gimana kalo si Rara bangun? Tanyaku.
Tenang aja Mas Tedy, Susu yang diminum Rara tadi dah saya campurin CTM. Jawabnya dengan gaya yg manja. Benar-sahih persiapan yg paripurna.
Ketika kubentangkan bibir nonoknya, itilnya yang sebesar biji salak pribadi menonjol keluar. Saat kusentuh dengan lidahku, Nita langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju & celanaku sebagai akibatnya penisku yang sepanjang 12 cm pribadi mengangguk angguk bebas. Ketika kudekatkan penisku ke wajah Nita, menggunakan sigap juga Nita menggenggamnya dan kemudian mengulumnya.
Kulihat bibir Nita yang tipis itu sampai membangun huruf O karena penisku yg berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya, Nita tampaknya sengaja memamerkan kehebatan kulumannya, lantaran sambil mengulum penisku beliau berkali kali melirik kearahku. Aku hanya bisa menyeringai keenakan menggunakan servis Nita ini. Mungkin posisiku kurang sempurna bagi Nita yang sudah berbaring itu sementara saya sendiri masih berdiri disampingnya, maka Nita melepaskan kulumannya & menyuruhku berbaring disebelahnya.
Setelah aku berbaring dengan relatif tergesa gesa Nita merentangkan ke 2 kakiku dan mulai lagi menjilati bagian peka disekeliling penisku, mulai menurut pelirku, terus naik keatas sampai ke Nitang kencingku semuanya dijilatinya, bahkan Nita menggunakan telaten menjilati Nitang duburku yang menciptakan aku benar sahih blingsatan. Aku hanya bisa meremas remas susu Nita serta merojok nonoknya menggunakan jariku. Ku sudah tak tahan menggunakan kelihaian Nita ini, kusuruh beliau berhenti tetapi Nita tidak memperdulikanku malahan ia makin lincah mengeluar tambahkan penisku kedalam mulutnya yg hangat itu. Tanpa dapat dicegah lagi air maniku menyembur keluar yg disambut Nita dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan akan dia ingin memeras air maniku supaya keluar sampai tuntas.
Aku pula makin bernafsu melihat susu Nita yang pentilnya masih kaku itu, apalagi ketika kuraba nonoknya ternyata itilnya jua masih membengkak mengindikasikan bila Nita juga masih bernafsu hanya saja penampilannya benar-benar santai seperti malu membuat malu kucing buat bermain seks .
Poker QQ - Melihat penisku yang telah tegak itu, Nita eksklusif mengangkangi saya dan menepatkan penisku diantara bibir nonoknya, kemudian pelan pelan dia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya penisku habis ditelan nonoknya itu. Setelah penisku habis ditelan nonoknya, Nita bukannya menaik turunkan pantatnya, dia justru memutar pantatnya pelan pelan sambil sesekali ditekan, aku merasakan ujung penisku menyentuh dinding empuk yang rupanya leher rahim Nita. Setiap kali Nita menekan pantatnya, saya menggelinjang menahan rasa geli yang sangat terasa diujung penisku itu.
Putaran pantat Nita membuktikan jika Nita memang jago bersetubuh, penisku cita rasanya seperti diremas remas sambil sekaligus dihisap hisap sang dinding nonok Nita. Hebatnya nonok Nita sama sekali nir becek, malahan terasa gurih sekali, seolah olah Nita sama sekali tak terangsang sang permainan ini. Padahal aku konfiden seyakin yakinnya bahwa Nita jua sangat bernafsu, lantaran kulihat dari wajahnya yang memerah, dan susu dan itilnya yang mengeras seperti batu itu. Aku makin usang makin tidak tahan dengan gerakan Nita itu, kudorong ia kesamping sehingga saya dapat menindihinya tanpa perlu melepaskan jepitan nonoknya. Begitu posisiku sudah diatas, langsung kutarik penisku & kutekan sedalam dalamnya memasuki nonok Nita.
Nita menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, kakinya diangkat tinggi tinggi dan sekaligus dipentangnya pahanya lebar lebar sehingga penisku berhasil masuk kebagian yang paling dalam menurut nonok Nita. Rojokanku telah mulai tidak teratur karena aku menahan rasa geli yg telah memenuhi ujung penisku, ad interim Nita sendiri telah merintih rintih sembari menggigiti pundakku ingin segera bermain seks. Mulutku menciumi susu Nita & menghisap pentilnya yg kaku itu, waktu Nita memintaku buat menggigiti susunya, tanpa pikir panjang saya mulai menggigit daging empuk itu dengan penuh gairah, Nita makin keras merintih rintih, kepalaku yg menempel disusunya ditekan keras keras membuatku tak sanggup bernafas lagi, saat itulah tanpa permisi lagi kurasakan nonok Nita mengejang dan menyemprotkan cairan hangat membasahi seluruh btg penisku.
Ketika aku mau menarik pantatku untuk memompa nonoknya, Nita dengan keras menunda pantatku supaya terus menusuk bagian yang paling pada berdasarkan nonoknya sementara pantatnya bergoyang terus diatas ranjang mencicipi residu residu kenikmatannya. Dengan suara agak gemetar merasakan kenikmatannya, Nita menanyaiku apakah saya telah keluar, ketika saya menggelengkan kepala, Nita menyuruhku mencabut penisku. Ketika penisku kucabut, Nita pribadi menjilati penisku sehingga cairan lendir yg berkumpul disitu sebagai higienis. Penisku ketika itu warnanya telah merah padam dengan gagahnya tegas keatas dengan urat uratnya yang melingkar lingkar disekeliling batang penisnya. Nita sekali waktu menjilati ujung penisku & pula buah pelirku seakan bermain seks misalnya ini tidak ingin cepat berakhir.
Ketika Nita melihat penisku telah higienis menurut lendir yg menciptakan licin itu, dia kembali menyuruhku memasukkan penisku, namun kali ini Nita yang menuntun penisku bukannya ke Nitang nonoknya melainkan ke Nitang duburnya yg sempit itu. Aku menggigit bibirku mencicipi sempit dan hangatnya Nitang dubur Nita, ketika penisku sudah menyelusup masuk hingga kepangkalnya, Nita menyuruhku memaju mundurkan penisku, aku mulai menggerakkan penisku pelan pelan sekali. Kurasakan betapa ketatnya dinding dubur Nita menjepit btg penisku itu, terasa menjalar diseluruh batangnya bahkan terus menjalar sampai keujung kakiku. Benar sahih rasa nikmat yg luar biasa, baru beberapa kali aku menggerakkan penisku, aku menghentikannya lantaran saya kuatir jika air maniku memancar, cita rasanya sayang sekali bila kenikmatan itu harus segera lenyap.
Nita menggigit pundakku ketika aku menghentikan gerakanku itu, dia mendesah minta agar aku meneruskan permainanku. Setelah kurasa agak tenang, saya mulai lagi menggerakkan penisku menyelusuri dinding dubur Nita itu, dasar sudah usang menahan rasa geli, tanpa dikomando lagi air maniku datang tiba memancar dengan derasnya, saya melenguh keras sekali ad interim Nita pula mencengkeram pundakku saat hampir mencapai zenit menurut bermain seks. Aku jadi loyo sehabis dua kali memuntahkan air mani yang saya konfiden pasti sangat poly. Tanpa energi lagi aku terguling disamping tubuh Nita, kulihat penisku yg masih setengah ngaceng itu berkilat oleh lendir yang membasahinya. Nita eksklusif bangun dari tempat tidur, menggunakan telanjang bundar dia keluar mengambil air & dibersihkannya penisku itu, aku memahami kali ini dia tidak mau membersihkannya dengan lidah karena mungkin dia kuatir kalau ada kotorannya yang melekat.
Setelah itu, disuruhnya aku telungkup agar memudahkan dia memijatku, saya jadi tertidur, disamping karena memang lelah, pijatan Nita benar sahih enak, sambil memijat sesekali beliau menggigiti punggungku & pantatku. Aku sahih benar puas menghadapi perempuan satu ini. Aku tertidur relatif usang, ketika terbangun badanku terasa segar sekali, karena selama saya tidur tersebut Nita terus memijit tubuhku. Ketika aku membalikkan tubuhku, ternyata Nita masih saja telanjang bundar , penisku mulai ngaceng lagi melihat tubuh Nita yang sintal itu dan ingin bermain seks lagi, tanganku meraih susunya & kuremas menggunakan penuh gairah, Nitapun mulai meremas remas penisku yang tegang itu.
Sapa takut ..
Aku menarik tangan Nita keluar kamar sembari bugil akan tetapi aku sempatkan menyambar dua butir handuk kemudian berjalan mengendap masuk , takut ketahuan tetangga sebelah tempat tinggal dan mengunci pintu kamar mandinya dari dalam. Nit kamu seksi banget.. Desisku sembari lebih mendekatinya, dan pribadi mencium bibirnya yang ranum. Nita membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan saya mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi.
Bandar Online - Tanganku membekap dadanya & memainkan putingnya. Nita mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling senang jika aku berlama-lama pada putingnya. Tapi kali ini tidak ada ketika, lantaran telah menjelang pagi. Nita mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Nita ke bak mandi. Kuciumi perutnya & kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Kujilati liangnya dengan nikmat, telah sangat basah sekali. Beliau mengelinjang & kulihat berdasarkan cermin, beliau meraba putingnya sendiri, & memilin-milinnya dengan bertenaga.
Kumasukan 2 jari tanganku ke pada liangnya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yang kulakukan. Jari telunjuk & tengahku menyolok-nyolok ke pada liangnya, & jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan saya melakukan menggunakan leluasa buat bermain seks dengannya. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai saya risi akan tetangga sebelah rumah dengar karena dinding kamar mandi bersebelahan tepat dengan dinding rumah tetangga. Lalu tiba-datang dia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati liangnya.
Ahhh ahhh .Mas Arghhhh..Uhhh .Maaasss . Beliau mendesah-desah girang saat lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok liangnya. Semenit lalu, Nita sahih-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu merogoh jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri menggunakan nikmat. Ia lalu mendorongku duduk pada atas toilet yang tertutup, Ia duduk bersimpuh & mengulum penisku yg belum tegak sahih. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku & sesekali menjilatnya. Baru sementara waktu saja, saya merasa akan keluar. Jilatan & isapannya sangat bertenaga, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Nita melepaskan pagutannya, & eksklusif duduk di atas pangkuanku.
Ia berkecimpung- mobilitas sendiri mengocok penisku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sekali waktu kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, saya mmutuskan buat berdiri & mengangkat tubuhnya sebagai akibatnya sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar pada pinggangku buat variasi bermain seks . Kupegang pantatnya yg berisi dan mulai kukocok menggunakan kasar. Nita tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan & mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit menggunakan relatif keras putingnya. Ia melenguh , Oh gitu Mas..Gigit misalnya itu aghhh
Kugigit menggunakan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit pada lidahku. Tapi sepertinya Nita makin terangsang. Penisku terus memompa liangnya menggunakan cepat, & kurasakan liangnya semakin menyempit Penisku keluar masuk liangnya menggunakan lebih cepat, & tiba-datang mata Nita merem melek, & ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga saya wajib menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.
Ah Maass Ehmm Arghh Arghhh Ohhhhh uhhhhhh Nita orgasme buat kesekian kalinya dan terkulai ke bahuku.
Karena saya masih belum keluar, saya mencabut penisku dari liangnya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap toilet buat bermain seks kembali. Biasa jika habis minum staminaku memang senang lebih gila. Nita tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, & langsung kutusuk penisku ke liangnya berdasarkan belakang. Ia mengeram bahagia, dan aku mampu melihat semua tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan.
Aku mulai memompa liangnya menggunakan pelan, kemudian makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya menggunakan kasar, sementara tangan kananku sekali waktu menepuk keras pantatnya. Penisku makin cepat menusuk2 liangnya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya menggunakan cepat. Badan Nita naik turun sesuai irama kocokanku, & penisku semakin tegang dan terus menghantam liangnya menurut belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, lantaran wajahnya menegang & ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat.
Penisku terasa makin becek sang cairan liangnya saat bermain seks.
Nita..Saya pula mau keluar nih .
Oh tahan dulu kasih aku .Penismu .Tahan!!!!
Nita eksklusif membalikan tubuhnya, dan mencaplok penisku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat misalnya permen, & pada itungan dtk, menyemprotlah cairan maniku ke pada mulutnya.
ArGGGhhhh!! Oh yes !! Erangku tertahan.
Nita menyedot penisku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu dalam ujung penisku, tapi beliau nir peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok penisku menggunakan bermain seks gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk pada kursi toilet yang tertutup. Nita berlutut & menjilati semua penisku menggunakan rakus. Setelah Nita menjilat higienis penisku, ia memakaikan handukku, kemudian memakai handuknya sendiri. Ia memberi isyarat supaya aku nir bersuara, kemudian perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah konfiden aman, beliau keluar & saya mengikutinya berdasarkan belakang. Setelah insiden itu aku sama Nita semakin gila-gilaan pada bermain seks.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar