Full width home SAKONGKIU

Post Page SAKONGKIU [Top]

Kala itu saya numpang kost di tempat tinggal   sahabatku yg sudah berkeluarga, sedang seseorang gadis adik sahabatku kebetulan numpang juga pada rumah itu, menjadi pengasuh anak-anak sahabatku itu, berhubung suami istri bekerja. Pada awalnya aku  memandang gadis itu Lesi namanya, biasa-biasa saja, maklum aku  walaupun telah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara spesifik apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama buat masa depan. Apalagi setelah saya terselesaikan kuliah dan langsung bekerja, aku  merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu saya pandang biasa saja, karena beliau hanya lulus SD sebagai akibatnya saya kurang peduli apabila aku  menyadari tingkat pendidikanku sendiri.
https://goo.gl/eNkQDB
Namun berdasarkan hari kehari Lesi si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, & bahkan mencuci bajuku yg terkadang tanpa saya minta walaupun saya sebenarnya biasa mencuci sendiri, tetapi adakalanya saya cukup sibuk kerja, sebagai akibatnya waktuku terkadang serasa di buru-buru. Rupanya gadis itu sedikit memberikan hati, akan tetapi aku  tidak tanggap sekali. Terlihat menurut cara memandangku, sebagai akibatnya saya terkadang pretensi memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu ketika, dimana sahabatku beserta anak istrinya pulang kampung buat suatu keperluan selama seminggu, sedangkan saudara termuda perempuannya lantaran harus menyediakan makan setiap kali untukku, nir diikutkan pergi, sebagai akibatnya tinggal saya dan si gadis Lesi itu di tempat tinggal  .
Rupanya kesendirian kami berdua menyebabkan suasana lain di rumah, dan sampai pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku  sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu buat menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh…, rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku. Dua buah melon yg subur segar terhidang pada depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku lantaran payudaranya yg tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yg berpotongan dada rendah. Dengan nir membuang kesempatan aku  rasakan keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku.
Cerita dewasa – Menjelang beliau selesai menyapu kamarku, datang-datang dia dekap perutnya sembari merintih kesakitan dan muka yg menampakkan rasa sakit yg melilit. Dengan gerak refleks, aku  pegang lengannya sambil aku  tanya apa yang dia rasakan. Sambil permanen merintih beliau jawab bahwa rasa mules perut tiba-datang, maka aku  bimbing beliau ke kamarnya menggunakan permanen merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok buat perutnya. Segera aku  ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya berdasarkan kembali blousenya.
Tetapi datang-datang waktu menggosok lagi-lagi beliau mengerang dan mengaduh, sebagai akibatnya membuatku sedikit panik & membuatku segera ikut memegangi perutnya & sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit relatif berkurang rintihannya, sembari masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku  mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama saya urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya mencicipi kenikmatannya juga dan menggunakan tiba-datang tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan butir melonnya yang subur segar & saya turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap butir melon yang nir terbungkus itu, & tanganku terus menelusup diantara buah-butir itu sambil memetik-metik putingnya.
Gadis itu mulai merintih nikmat, & erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus & terus memilin puting buahnya yg semakin menegang. Baru saya sadari bahwa buat kali pertama saya mencicipi puting gadis yang menegang jika sedang terangsang dengan erangannya yg menciptakan penisku yang menurut tadi ikut mengeras tambah menekan di pada celanaku yg sebenarnya telah siap buat berangkat kerja, namun buat ad interim tertunda. “Eehh… Mas.. Gelii.. Akan tetapi nikmat, aahh.. Eehmm aduuhh nikmat mass..” Posisi dia ketika itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-datang beliau menyandar ke dadaku sembari menengahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku. Kembali kesadaranku tertegun buat pertama kali aku  menikmati keutuhan tubuh seseorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun buat waktu itu pula aku  terperanjat, “Eiitt, Lesi ini sudah jam delapan, saya wajib  berangkat kerja wahh, aku  terlambat”, kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan & kemudian kami berpeluk cium, sembari saya berkata, “Entar aku  berangkat & aku  segera balik , hanya untuk minta ijin bila aku  terdapat keperluan yahh, gimana?”.
https://goo.gl/eNkQDB
“He.. Eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?”.
“Kenapa Nan…” tanyaku.
“Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat”.
Achh lagi-lagi kenikmatan yg tak sanggup ditunda pikirku, menggunakan “terpaksa” saya kemot putingnya & dengan penuh gairah aku  kemot butir dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di ke 2 butir dadanya, hingga-sampai si Lesi tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah merupakan kerinduan yg selama ini lama   terpendam. Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter menurut tempat tinggal   kost yg aku  tempati. Selesai aku  menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku  bergegas pulang lagi. Ketika saya hingga dirumah, yg memang setiap harinya sepi dalam jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku saat saya membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan pribadi kukunci ketika aku  masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku  tuju merupakan kamarku. Aku buka kamarku buat ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja.
Aku buka baju & celanaku satu persatu, dan waktu aku  hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba berdasarkan belakang, Lesi si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan…, rupanya sedari tadi dia saya tinggalkan, beliau tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku  teruskan lagi, menggunakan saling meraba & dengan ciuman yang penuh nafsu & kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami mampu saling bergesekan mencicipi dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan & ekspresi berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Lesi yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku.
Sedangkan dadaku merasakan tonjolan butir dadanya yg lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku berkiprah berdasarkan punggungnya beralih ke pantatnya yg bundar  buat saya remas-remas, sedang tangannya permanen memegang leher & kepalaku dengan ekspresi, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri “Eeehh… mmaas eehh eegh enaak sayang ngg…, teruss, teruss… gelii… egghh eenaak” erangnya yang setiap saat keluar berdasarkan mulutnya. Kegairahan pagi itu kami lanjutkan pada lantai kamarku buat saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yg pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan loka tidurku yg seadanya & pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yg memuncak di pagi itu.
Dengan leluasa tangan kami saling berkecimpung ke butir dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah impian yg terpendam buat mengemot puting jika melihat butir dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku  tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. “Mass sayang terruss kemot pentilku.. Mmaass gelii, geelii,… eehm Mas nikmat.. Terus jilatin pentilku teruss aku  peengin di jilatin terus pentilku..”. Dengan penuh gairah pertama aku  puaskan menjilati putingnya yg aku  rasakan semakin menegang dan demikian juga menggunakan penisku, sambil saya gesek-gesekkan ke tonjolan daging pada selangkangannya. Aku pulang relatif kaget saat batang penisku merasa basah ketika saya gesekkan pada tonjolan daging selangkangan Lesi yg masih menggunakan CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sembari mulutku mengemot & menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Lesi diantara belahan daging, namun datang-datang dia memekik “A’aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya”.
https://goo.gl/eNkQDB
Maka sementara saya lepaskan kembali dan tangan ku balik  meremas butir dadanya sembari memilin-milin putingnya “Mass… he’eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re’eemas… e’eenak eeh… ehghhm… yangg geli…”. Penisku terus aku  gesek-gesekkan dicelah selangkangan Lesi, “eeh,,eehh… eehh… eehh… eeheh… eh”. Demikian lenguhannya setiap aku  gesek selangkangannya. “Mas… tarik CD-ku & lepaskan celanamu…”, sampai dalam ucapan Lesi tadi maka ad interim kami tanggal pergumulan itu sambil saya menggunakan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku  duduk dan beliau mulai angkat kakinya ke atas ketika CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sembari terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata dan senyum-senyumnya yang nakal, maka saya dihadapkan menggunakan sembulan apa yg dianggap clitoris yg ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, tanggal telah CD-nya tinggalah celah kedap-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu.
“Nin.. Kenapa sih” tanyaku nakal, “Apanya… Mas” sahutnya sambil senyum, “Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tersebut”. “Aduh cita rasanya geli banget, cita rasanya kaya mau mangkat  saja akan tetapi nikmat iih geli”. “Enggak sakit dikemot dipentilnya tersebut” tanyaku, “Enak.. Mas, cita rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yg kanan, cita rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama lisan Mas. Terus pada liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan hingga aku  eeghh.. Hemm gimana yach bergidik. Hhmm” akunya. “Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?” tanyaku bertanya-tanya. “Iiih… Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong”, sambil tangannya merayap ke selangkanganku yg masih gunakan CD, memencet penisku yg menonjol dan jua meremas. “Kalau saudara termuda Mas cita rasanya gimana tuh bila kupegang-pegang gini?, geli nggak?” keingin-tahuannya besar  juga. “Sama nikmat cita rasanya, pengin terus dielus-elus sama Lesi terus, geli eh-eh… eh” dengan bertanya-tanya beliau mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli cita rasanya.
Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 telah pulang. Dia menarik hati “Terus nanti jika kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong”. “Yah nggak usah makan dari kelonan terus sama Lesi entar kenyang”. Dia bangkit & memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata “Mas kita kelonan lagi ayo hingga sore, terus nanti mandi bareng”. Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya & pulang beliau telentang pada lantai & aku  mulai menindihnya “Mas.. Bila gini terus saya cita rasanya mau kelenger kenikmatan eehh… M eghhmm… aduuh… nikmat Mas di memekku.. Geli cita rasanya teruuss eeghh… eghh”. Dan aku  nikmati clitorisnya semakin basah, & dengan lahapnya jari tengahku saya bubut menurut clitnya buat kujilati jariku & saya nikmati nikmat gurihnya lendir seorang wanita pertama kalinya. “Eeehh.. Eennak… aahh.. Aahh uuhhgg uughhg uuhh… ehhehh” saat jariku pulang menelusup kedalam lubang clitorisnya.
Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat akan tetapi saya ragu buat menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara saya tahan walupun penisku pun jua telah semakin basah oleh lendirku pula. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa beliau sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, waktu lidahku mulai menjilat lubang clitorisnya, balik  dia terpekik “aahhuughh huu… hu… egghh aduh… eggh nikmat, aduhh saya gimana nih Mass aahh aku  nggak bertenaga, Mass… Mas.. Eghh.. Egh hhgeehh… Mas.” sambil beliau aku  perhatikan pantat, paha, perut & kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku  sangsi kalau beliau sakit, dan malahan kepalaku beliau tekan bertenaga ke selangkangannya sembari terus berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku .. Akuu cita rasanya… eghh” & dia bangkit sembari menarik CD-ku yg masih aku  kenakan, & blarr, penisku menantang tegak “Mas masukkan Mas.. Eeghheghh” & beliau angkat kakinya sembari telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. “Mas.. Mixer Mas eghh Mas yang pada… aduk terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk”.
https://goo.gl/eNkQDB
Sambil menekuk kaki, ad interim tanganku menjadi tumpuan dan dengan berat tubuhku aku  tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yg sedari tersebut telah menunggu, & aku  rasakan sedotan lubang yang sangat kuat dalam batang penisku yang cita rasanya dikemot-kemot. “Eehhgehhg… teruss. Teruss Mas… maass nikmat aduk rata terus aduuh cita rasanya aku  nggak bertenaga mass terdapat yang keluar eghh.. Eeghh. Eehhgg aduuhh.. Mass…” “ahhgg-agh… Lesi saya aduh egghh, Lesi cita rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm… nikmat… terus sedot” “Mass nikmat… sekali nikmat… dalam sekali. Aahh aduh… hhaghhah Mass.., aku  mau keluarrr”. “Aku pula Nan… ahhgh aku  telah mau keluar.. Ahgghhah”. Dan aku  cabut penisku saat dia demikian bergetar & menyedot sedot penisku sehingga aku  tidak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku & ketika itu aku  merasa dia terlepas menurut penisku, dia bangkit & menyongsong btg penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali menggunakan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya “Cppokklep.. Plekk.. Clepk.. Clkek.. Cslckek” suara mulutnya mengemot dan menyedot penisku ad interim aku  terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih.
Sesaat lalu saya tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yg nir terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa relatif pegal. Kami pulang berpagut lama   dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa pakaian. Akhirnya kami mandi beserta dengan air yg sebelumnya kami siapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Desain oleh cibai SAKONGKIU.com